Sabtu, 03 Maret 2018

SURAT UNTUK JONRU

Jonru
Jonru Ginting

Halo, Jonru... Apa kabar?

Entah apakah surat terbuka ini sampai kepadamu. Tapi tetap kutulis saja, siapa tahu sipir penjara akan membacakannya kepadamu.



Kudengar engkau divonis 1,5 tahun penjara dan denda 50 juta. Campur aduk rasanya mendengar berita ini. Antara senang dan sedih menjadi satu.

Saya senang bukannya karena ingin menari di atas penderitaanmu. Tapi saya yakin, itulah yang terbaik untukmu.

Pernahkah kubilang, betapa kasihannya dirimu? Tanpa kamu sadar, kamu terperangkap untuk membuat postingan fitnah hampir setiap hari. Itu seperti menggali kuburmu sendiri. Dan semakin dalam kau gali, semakin kau terperangkap disitu tanpa bisa keluar lagi.

Dan Tuhan sayang padamu. Dipenjarakannya lah kau, supaya berhenti. Tuhan itu Maha Penyayang. Ibadahmu setiap waktu dihitung dan itu menjadi penyelamat dirimu. Bayangkan, seandainya Tuhan tidak ikut "campur tangan" menghentikanmu? Kamu pasti tidak akan sadar bahwa dosamu kian menumpuk dan akan sulit membayarnya di dunia ini..

Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, Jonru. Kebayang tidak betapa ngerinya dampak itu bagimu? Jadi bersyukurlah, penjara akan menjadi bagian dari pengikisan dosamu..

Orang bilang "sesama muslim harus saling mengingatkan..". Yah, inilah mungkin fungsiku kembali mengingatkanmu. Meski mungkin engkau tidak melihat aku sebagai muslim, tapi tak apalah hanya Tuhan yang tahu isi hatiku..

Semoga penjara bisa menjadi tempat terindah untuk mengupas kembali dirimu. BerTuhan itu dengan akal, dengan logika, bukan dengan nafsu. Jika berTuhan dengan nafsu, yah begitulah, kesombongan beragama menguasai dirimu.

Semoga engkau baik-baik saja ya, dan turut berduka bagi istri dan anakmu. Semoga rejeki mereka tetap terpenuhi selama engkau sedang tidak mampu menafkahi..

Setidaknya engkau lebih jantan, Jonru dibandingkan yang mengaku singa itu. Yang selalu PHP pulang, tapi gak jadi mulu. Kayak kentut, belum sempat bersuara, baunya menyerang lebih dulu..

Selamat menjalankan perenungan dirimu, Jonru... Ss ss saya kapan-kapan ingin seruput secangkir kopi denganmu. Semoga engkau tidak takut..

Dari
cowok diseberang jendela..

Nb : Selama disana, latihlah para napi menulis, Jon.. Siapa tahu kalian bisa buat grup baru disana. Namanya NCA, Napi Caper Armi.

Keren juga namanya yaa.. suit suittt.