Senin, 30 April 2018

MUSLIM MACAM APA KALIAN?

Agama
Buih di Lautan

Sejatinya malu mengaku muslim. Karena muslim itu berarti orang yang taat kepada Allah dengan mengikuti petunjuk RasulNya.

Tapi itu sangat berat, sehingga yang paling mudah ya cukup mengaku-aku saja. Muslim di baju bukan dalam perbuatan..

Jadi kalau ada yang membentak, "Muslim macam apa kalian ??".

Aku akan bilang, aku muslim berdasarkan nafsuku.

Nafsu bahwa aku berada dikapal yang paling benar. Dimana aku otomatis akan menjadi orang yang paling benar. Meski aku terlupa, bahwa kebenaran adalah kebenaran dan tidak terkait dengan individunya.

Karena merasa benar, aku berhak mengkafir-kafirkan orang. Padahal muslim dan kafir adalah hak preogratif Tuhan. Hanya Ia yang berhak menilai hambaNya.

Tapi kan tidak bisa begitu. Aku harus menunjukkan kekuatanku. Aku takbir dimana-mana untuk menunjukkan kesolehanku. Mumpung menjadi mayoritas, aku harus terus menekan. Kalau di negeri orang kan aku minoritas, gak bisa berbuat seenakku.

Nanti di negeri orang kalau aku mengganggu mereka, mereka bisa membentakku, "Muslim macam apa kalian ???"

Orang bilang bahwa Nabiku turun untuk memperbaiki ahlak manusia. Karena itulah aku ingin menunjukkan ahlakku kepada mereka yang tidak seiman, "agamamu agamamu dan agamaku adalah agamaku. Tapi awas kalau macam-macam dengan agamaku.."

Itulah ahlakku, tidak penting orang suka apa tidak yang penting aku sampaikan apa agamaku, bukan apa perbuatanku.

Soalnya kalau aku tidak menunjukkan apa agamaku dengan berang, kelompokku akan menghardikku, "Muslim macam apa kalian ???"

Lagian aku kan pasti masuk sorga dan mereka adalah penghuni neraka. Jadi karena sudah pasti, untuk apalagi aku harus hormat pada sesama ?

Mereka lebih rendah dari aku, meski mereka lebih banyak menolong orang daripada aku, meski mereka lebih banyak mengasihi orang daripada aku, tapi Tuhan pasti melihat "apa agama seseorang" bukan apa "amal baik kalian".

Nah, waktu aku aku sedang asik di Car Free Day, dan mengolok2 seorang ibu dan anaknya yang menangis karena berbeda pandangan dengan aku, aku kaget ketika si ibu membentak,

"Muslim macam apa kalian ??!!"

Aku akan menjawab dengan tegas pula. "Aku, muslim berdasarkan nafsuku !"

Haha, lebih baik ngopi saja. Setidaknya kopi mengingatkan, akulah calon penghuni sorga...

Benar kan, Tuhan?

Tuhan??

Setidaknya, jawablah... Jangan diam saja.