Rabu, 18 April 2018

Para Pemalas di Atas Awan

Pekerjaan
Tenaga Kerja

Pupung purnama saya kenal sejak tahun 2013an di Facebook..

Saya tidak pernah bertemu orangnya tapi sering bersapa dengannya. Tepatnya dia yag sering menyapa saya di komen. Komennya selalu sama, yaitu jualan sepatu. Berarti sudah 5 tahunan mas Pupung jualan di Facebook.

Saya yakin ia tidak hanya jualan di Facebook saja. Tapi juga membuka store di bukalapak, Tokopedia dan toko online lainnya. Dan saya lihat, ia sudah berkembang dengan jualan tas, jaket kulit sampe obat penumbuh rambut.

Apa pesan yang bisa kita lihat disini ?

Mas Pupung adalah orang yang mampu berkawan dengan teknologi. Ia bisa saja antre berpanas-panas hanya untuk berebut kursi menjadi karyawan McD. Atau ikut ujian PNS berebut dengan puluhan ribu orang pemimpi.

Tapi tidak. Dia tidak mau membuang waktunya untuk hal seperti itu. Ia sudah membangun ekonominya disaat orang lain masih mimpi mendapat gaji bulanan yang bahkan belum tengah bulan sudah habis lagi.

Selain memanfaatkan teknologi, ia adalah pengusaha yang konsisten. Sekian tahun ia terus menerus memborbardir jualannya di komen2 di status saya dan akhirnya berhasil membangun jaringan sendiri. Ia juga komitmen untuk tidak menipu kastemernya, sehingga ia tidak malu untuk muncul terus di publik.

Ketika banyak orang yang teriak "Mana janji Jokowi membuka lapangan pekerjaan untuk 10 juta orang ? Jokowi bohong !!" jujur saya heran.

Apakah Facebook, Tokopedia, Bukalapak, Qlapa dan banyak aplikasi online lainnya adalah lapangan pekerjaan ? Apakah Gojek dan Grab bukan lapangan pekerjaan ?

Itu belum ditambah Jokowi sedang membuka daerah2 baru di Papua, Kalimantan, Sulawesi dengan membangun jalan, tol laut, bandara, bendungan dan banyak lagi. Bukankah itu juga akan membuka lapangan pekerjaan ?

Jadi lapangan pekerjaan yang mana yang mereka minta ??

Ah, saya tahu jawabannya. Lapangan pekerjaan yang mereka maksudkan adalah menjadi buruh di pabrik-pabrik. Menjadi buruh ternyata cita-cita banyak orang. Kerja dari jam 8 sampai jam 5 sore seperti ritual. Kalau pengen dapat hasil maksimal dengan kerja minimal, ya demo, tuntut perusahaan.

Lapangan pekerjaan yang mereka maksud bukan bagaimana menjadi wirausaha yang mandiri, yang hidupnya tergantung dari seberapa cerdiknya ia mencari peluang, dan mendapat banyak kebijaksanaan dari turun naiknya pendapatan.

Pengangguran itu bukan hanya masalah tersedianya lapangan pekerjaan, tapi faktor terbesar justru dari MINDSET - cara pandang - banyak orang bahwa bekerja itu adalah menjadi bagian dari sebuah kolam besar, meski dia hanyalah ikan terkecil disana. Tak terlihat dan mudah dibuang jika perusahaan ada apa-apa.

Percayalah, orang yang teriak tentang "tidak ada lapangan pekerjaan !!" sesungguhnya hanya membuat alasan, karena ia adalah pemalas dan tidak mau melihat banyak peluang disekitar.

Padahal jika akal mereka mau digunakan, banyak hal disekitar yang bisa menjadi sumber penghidupan. Tuhan tidak mungkin meninggalkan hambaNya dalam kesia-siaan..

Mengeluh itu sesungguhnya pekerjaan terberat. Ia membuang energi begitu besar, tapi tidak menghasilkan apa-apa. Kenapa tidak mulai dengan membuka mata lebar-lebar, potensi apa yang bisa menghasilkan uang dengan memanfaatkan ruang sekitar ?

Ngopi dulu baru kerja biar pintar.. seruputttt...