Senin, 18 Juni 2018

JOKOWI PENJARAKAN AHOK?

Jokowi
Denny Siregar

Benarkah Jokowi yang penjarakan Ahok ?

Entah kenapa kabar ini yang beredar di kalangan Ahoker dan dipercayai seperti mempercayai sebuah agama. Padahal kabar bahwa Jokowi sengaja melepas Ahok ke pengadilan adalah kabar burung dari hasil menduga-duga.

Saya sendiri ketemu Ahok di penjara, dua kali, dan tidak pernah dia bicara bahwa Jokowilah yang memenjarakannya. Bahkan ia sendiri yang menyarankan untuk jangan Golput, jika kita tidak ingin kalah dari kelompok ormas berbaju agama.

Dan dari mulut Ahok sendirilah saya mendengarkan bahwa Jokowi sahabatnya. Hanya ia tidak ingin menuliskan namanya karena ingin melindungi sahabatnya itu supaya jangan jadi sasaran..

Jadi, mana kabar yang lebih bisa dipercaya ? Dari saya yang pernah bertemu langsung dengannya atau dari mereka yang lebih percaya teori konspirasi seperti yang disukainya ?

Kenapa mereka menyalahkan Jokowi ?
Kenapa mereka tidak pernah berfikir bahwa di Kepolisian sendiri terbelah dalam menyikapi situasi itu ? Ada yang setuju menjadikan Ahok tersangka dan ada yang tidak.

Kenapa mereka juga tidak pernah berfikir bahwa di majelis hakim juga terbelah ? Bahwa yang percaya Ahok menista agama lebih banyak dari yang tidak.

Dan kemenangan dengan memenjarakan Ahok adalah kemenangan organisasi seperti HTI yang waktu itu belum dibubarkan tapi ideologinya sudah kemana-mana, bahkan di kalangan aparat dan institusi pengadilan.

Jangankan mereka, bahkan MUI saja terbelah..

Lalu kenapa banyak yang berfikir bahwa Jokowilah yang memerintahkan, Jokowi yang punya peranan, Jokowi ini, Jokowi itu, seakan2 Jokowi itu Superman yang bisa menguasai apa saja ?

Berfikirlah luas dan dalam, jangan sempit dan cepat mengambil kesimpulan. Genderang "Semua Salah Jokowi" itu genderang lawan. Kalian yang selalu mengejek2 kampret Salawi, Salawi, tapi kalian juga yang menyalahkan Jokowi atas segala kejadian. Ironis, bukan ?

Kesalahan Jokowi itu jelas, dia tidak mau campur tangan dalam urusan hukum. Hukum biar hukum yang menjawabnya. Jika hukum akhirnya tidak berpihak sesuai keinginan, Jokowi lagi kah yang salah ? Padahal dia sudah benar dengan tidak mengintervensi keputusan pengadilan..

Jokowi bukan diktator, dan tidak mau menjadi diktator. Ia tidak ingin mengajari siapapun menggunakan tangan besi ketika berada pada puncak kekuasaan..

Baru masalah SP3, kalian tutup mata terhadap semua prestasi Jokowi yang kalian nikmati juga. Begitukah caranya berterimakasih kepada orang yang sudah membubarkan HTI, organisasi ganas yang anggotanya ratusan ribu orang ?

Minum kopi dulu, kecerdasan itu mahal harganya. Jika pahlawan kita dulu dikit-dikit ngambekan kalau kalah, terus kapan kita menang perangnya ??

Ulululululu... Coba tanyakan pada kerang ajaib jawabannya.