Minggu, 17 Juni 2018

MELIHAT KASUS RIZIEQ TANPA BAPER BERLEBIHAN

Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq

Teman-temanku marah soal SP3 Rizieq..

Mereka kecewa berat, seperti jomblo yang kecewa lamarannya ke Cita Citata ditolak calon mertua. Bukan karena kurang ganteng, cuman pendapatannya kurang memadai buat beli lipstik saja..

Ah, saya juga kecewa. Tapi kekecewaan saya terobati, karena dalam kasus ini jelas Jokowi tidak ikut campur dalam hal apapun yang berkaitan dengan hukum. Sama seperti tidak ikut campurnya dia dalam kasus Setnov yang sempat menang Pra Peradilan melawan KPK..

Jadi kecewanya saya adalah karena ternyata alat bukti polisi belum cukup untuk menjerat Rizieq ke pengadilan. Polisi gagal diawal dalam menghadirkan penyebar chat seks karena itu harus dihadirkan sebagai penguat dugaan..

Bolehlah kita tepuk tangan untuk Kapitera Ampera pengacara Rizieq yang bisa memanfaatkan celah hukum dengan baik. Bayarannya pasti naik sesudah kasus ini.

Sama seperti kepiawaian Fredrich Yunadi pengacara Setnov yang bisa mengutak-atik hukum dengan cerdik, meski akhirnya harus ditahan karena menghalangi penyidik..

Mau gimana lagi ? Polisi sudah menahan kasus ini sekian lama dengan segala cara, meski akhirnya harus menyerah. Kalau status tersangka tetap dipaksakan tanpa ada penjelasan, maka Kepolisian bisa digugat karena tidak menganut asas keadilan.

Hukum adalah hukum, bukan bawa perasaan. Hukum mempunyai logika berfikirnya sendiri sesuai pasal-pasal.

Tinggal polisi harus kembali menyusun papan caturnya dan melakukan serangan balik. Seperti KPK yang saat melawan Setnov berhasil memainkan bidaknya kembali sesudah dihajar habis.

Saya yakin Kapolri tidak akan tinggal diam melihat kepolisian dilecehkan selama ini oleh seorang buronan. Marwah polisi disini dipertaruhkan. Karena itu, polisi harus menyiapkan bukti-bukti baru yang kuat supaya bisa menang dan tidak kalah nanti ketika di Pra Peradilan..

Episode ini masih panjang dan masih akan mewarnai situasi politik kita ke depan. Dalam permainan catur, kadang kita kalah dan kadang kita menang. Kadang kita gembira dan kadang kita kecewa. Itu biasa..

Lagian, saya sudah kangen juga dengan Rizieq Shihab. Kita doakan semoga dia cepat pulang, kalau perlu kita sambut dengan rangkaian bunga ditangan...

..dan bisikan, "semoga tidak ada bukti baru yang muncul di permukaan. "

Menyeringai.