Sabtu, 16 Juni 2018

PRESIDEN KAUM SANDAL BUTUT

Jokowi
Open House Jokowi
Sandal butut tetaplah butut, tetapi ia juga tetap sandal, yang melindungi kaki dari tajamnya kerikil di jalanan..

Sandal butut bukanlah trend sesaat, tapi ia adalah simbol dari kaum marjinal, yang bukan tidak mampu membeli sepatu baru, tetapi lebih mementingkan mengisi perut untuk hidup..

Sandal butut adalah sejarah. Sejarah perjuangan tak henti dalam mengayuh kaki mencari rejeki dan sesuap nasi..

Sandal butut yang terbiasa menginjak panasnya aspal jalanan, dengan gamang menginjak tebal dan lembutnya karpet istana. Dipadu dengan dinginnya AC di ruangan dan mewahnya makanan sesudah berpuasa selama sebulan..

Inilah makna sebenarnya dari Lebaran, ketika kaum papa mendapat kehormatan, raja sehari dari setahun perjuangan dan menaikkan derajat orang yang terbuang..

Dan Jokowi adalah Presiden dari kaum sandal butut, yang membuka rumah untuk mereka, supaya mereka bisa merasakan megahnya istana dan mengagumi semua sejarah di dalamnya yang dibangun dari sejarah mereka juga..

Semua manusia baginya sama, baik kaum sandal butut maupun kaum sepatu kulit berharga jutaan. Dan ia menerima mereka, sesuai antriannya, bukan sesuai pangkatnya di dunia..

Coba tanyakan pada para pembenci, bagaimana bisa mereka begitu tidak menyukainya, ketika kaum sandal butut pun dimanusiakannya ?

Mungkin secangkir kopi bisa menjawabnya.