Selasa, 28 Agustus 2018

POMPA AIR ROY SURYO

Roy Suryo
Berita Detik

"Optimis perlu. Tapi harus realistis..". Begitu komentar Roy Suryo ketika mendengar Jokowi mematok target 16 emas dan masuk 10 besar di Asian Games 2018.

Bagi Roy, itu tidak realistis. Ia mengingat saat ia menjadi Menpora ia mewarisi perolehan 4 medali emas bagi Indonesia saat Asian Games 2014 di Korea.

Prestasi warisan "terbaik" Roy Suryo ini tidak berbeda jauh dengan prestasi Andi Malarangeng saat memberikan 4 medali emas saja di Asian Games 2010. Bahkan pada masa itu Indonesia hanya berada pada peringkat ke 15 dan 17. Sekedar sebuah peringkat, bukan kebanggaan .

"Jadi, mana mungkin Indonesia bisa masuk 10 besar ?? Haha, ada-ada saja... " Gelak Roy Suryo sambil mengambil salah satu panci yang ada di istana. "Bagus juga.." pikirnya.

"Optimis itu boleh. Tapi harus realistis.."

Kata Roy Suryo lagi. Ia mewariskan hadiah 400 juta bagi peraih medali emas di Asian Games 2014. Baginya itu lebih realistis daripada Jokowi yang "menghamburkan uang" dengan hadiah fantastis 1,5 miliar rupiah untuk medali emas. Belum ditambah hadiah rumah segala.

Hadiah kali ini naik 250 persen sebagai "hadiah" untuk atlet yang sudah berjuang karena mengharumkan nama bangsa. Jokowi tahu bahwa para atlet hidupnya hanya tergantung dari latihan yang ia berikan, sehingga layak dengan satu sabetan emas, si atlet hidup sejahtera. Bukan itu saja, si atlet juga mendapat uang saku 1 juta per hari selama Asian Games berlangsung..

Roy garuk-garuk kepala. "Banyak ya hadiahnya.." sambil mengambil sebuah pompa air. "Sayang nganggur. Kubawa pulang aja.."

"Optimis bolehlah, tapi realistis.."

Kali ini suara Roy Suryo agak gemetar, karena tanpa diduga Indonesia bisa melesat dengan 20 emas sampai hari ini. Sudah melewati target 16 emas yang dianggapnya "tidak realistis". Bahkan Indonesia bisa masuk pada 4 besar, menyalip Iran yang tahun 2014 lalu berada di posisi kelima.

Inilah prestasi terbaik Indonesia sesudah puluhan tahun kita hanya sebagai peserta tanpa terlihat mata dunia. Roy Suryo dan banyak tokoh lain yang selalu pesimis, kaget luar biasa, ternyata Indonesia bisa hebat juga..

"Hebat, hebat..." Tepuk tangan dan tawa Roy Suryo bergema sambil satu tangannya mengambil satu panci lagi yang masih mulus kelihatannya.

"Om Roy, maaf tolong panci dan pompa airnya dibalikin.." kata staf Kemenpora.

Roy kaget dan sontak memeluk koleksinya sambil menyanyikan Indonesia Raya..

"Indonesia, tanah airku. Tanah tumpah darahkuu..
Disanalah, aku berdiri. Jadi.... " Habis itu dia bingung. "Terusannya apa yaaa.. ?"

Aku ketawa sambil tidak terasa menyeruput secangkir kopi sampai secangkir-cangkirnya.