Sabtu, 08 September 2018

Erick Thohir, Manuver Terbaik Jokowi

Timses
Jokowi dan Erick Tohir

Terpilihnya Erick Thohir sebagai Ketua Timses bisa dibilang berdasarkan perhitungan yang matang.

Selain karena ia super kreatif dan mewakili milenial, ada satu hal penting yang terlupakan bahwa ia seorang pengusaha besar.

Ya, Erick Thohir bukan orang sembarang. Bersama abangnya Boy Thohir, kekayaan mereka berdua ditaksir majalah Forbes tahun 2017 bernilai sekitar lebih dari 20 triliun rupiah dengan kurs sekarang. Di usianya yang ke 48, Erick sudah memiliki banyak hal.

Kenapa Jokowi membutuhkan seorang Erick Thohir dalam sisinya sebagai pengusaha besar?

Jika melihat karakter Jokowi, kita faham bahwa ia tidak pernah melihat sebuah objek dari satu sisi. Ia selalu melihat dari banyak sisi sebelum memutuskan. Dan itu membuat keputusannya selalu kaya, meski tidak semua orang bisa menerima karena keterbatasan pandang.

Poin penting Jokowi memilih Erick Thohir adalah pada penguatan rupiah. Ya, rupiah. Ini musuh paling dekat Jokowi yang menjadi senjata besar lawan untuk menghantamnya.

Sebagai seorang petahana, ia pasti akan diserang masalah ekonomi. Dan ia harus mencari cara terbaik untuk menyelesaikannya.

Erick Thohir diharapkan bisa mengajak pengusaha-pengusaha dalam jaringannya untuk membantu menguatkan nilai rupiah terhadap dollar. Dan disanalah kemampuan Erick Thohir yang paling utama daripada sisi politisnya.

Sebenarnya selain Erick Thohir, ada pilihan lain yaitu Chairul Tanjung. Tetapi para pengusaha besar biasanya menghindari masalah politik, apalagi kalau masalah pilpres ini. Bahaya buat bisnis. Iya kalau yang didukung menang, kalau kalah, usaha mereka bisa dikuya-kuya.

Karena itu keberanian Erick Thohir masuk di dunia politik pra Pilpres ini boleh diacungi jempol. Ia berani berhadapan dengan resiko besar, jika nanti Jokowi kalah, maka ia akan menghadapi tekanan lebih besar dalam usahanya. Dan masuknya dia dalam lingkaran politik tentu sudah sepersetujuan abangnya yang juga partnernya, Boy Thohir.

Tapi mental Erick Thohir dan Boy adalah mental pemenang. Mereka bertaruh memang -semua pebisnis pasti petaruh- tetapi mereka harus memastikan bahwa taruhannya benar.

Inilah beda pengusaha muda dengan pengusaha lama. Pengusaha muda cenderung lebih nekad dan berani memainkan kartunya. Dan itulah yang membuat kedua saudara itu cepat bersinar.

Selain memastikan Jokowi akan keluar sebagai pemenang, Erick Thohir harus memastikan bahwa situasi investasi di Indonesia aman, ekonomi lancar, karena ini berhubungan juga dengan bisnisnya sendiri.

Jadi pemilihan Erick Thohir sebagai Ketua timses sejatinya bukan hanya supaya Jokowi menang. Cakupannya harus lebih luas dan besar, yaitu Indonesia menang.

Selamat, kang Erick. Secangkir kopi pagi -yang harganya masih tiga rebu rupiah meski dollar naik tinggi- membisikkan motivasi bahwa kemenangan itu tidak datang sendiri. Ia harus diraih bersama dan saling bekerjasama. Ini bukan tentang Jokowi saja. Ini tentang negara tercinta.. Seruputtt..