Kamis, 13 September 2018

KRIK KRIK KRIK, Dolar Jinak

Rupiah Menguat
Dolar Jinak

Krik krik krik.. Suasana begitu hening dan damai. Para kampret ngintip dari dalam goa, pengen keluar tapi kok gada gorengan..

Krik krik krik.. dolar jinak? "Emang harimau.." kata mereka lirih di tengah kepercayaan diri dari pengusaha yang semakin tinggi. "Gak mungkin, inu gak mungkin. Trus dimana kita harus cari lagi salah Jokowi ??" Tanya seseorang dengan airmata pedih.

"Kata Prabowo harga ikan asin naik tinggi.." seorang lagi berusaha membuka celah.

"Kemaren telor, sekarang ikan asin. Ntar kita sudah provokasi, eh ternyata hoaks lagi.." seorang kampret milenial yang kemaren ikut demo bakar2 keranda di Riau, tertunduk resah. Dia tergabung dalam BEK, Badan Eksekutif Kampret, yang kerjaannya cari-cari masalah tapi solusi gak ada.

Krik krik krik. Suasana diluar tenang dan damai, tapi para kampret gelisah. Buat mereka keriuhan itu indah, karena disanalah makanan mereka berada. "Ngaca!" kata seorang kampret ketika temannya bilang kalau wajahnya jika lama dilihat mirip Iko Uwais, aktor laga.

Krik krik krik... Di kejauhan, dipinggir kolam, para cebong sedang bernyanyi gembira. "Masak ada kampret yang bilang kalau dia sama singa itu apple to apple?" Seorang cebong cerita dan cebong yang lain tertawa.

Krik krik krik, seekor jangkrik terus mengerik. Dia dulu adalah cebong tapi berubah ingin golput aja. Tapi sendirian itu tidak enak ternyata. "Apakah aku harus kembali jadi cebong aja biar bisa ikut gembira ?" Tanya dalam hatinya

Sementara itu secangkir kopi panas terhidang. Nikmatnya suasana, jika kampret terbungkam..