Kamis, 27 September 2018

YENNY WAHID MELAWAN RADIKALISME

Putri Gus Dur
Yenny Wahid

Sebenarnya saya malah tidak heran Yenny Wahid dan keluarga Gus Dur dukung Jokowi. Saya malah heran seandainya Yenny dukung Prabowo. Kenapa? Ya karena Yenny Wahid termasuk salah seorang pejuang yang melawan intoleransi.

Yenny Wahid adalah pendiri Wahid Institute. The Wahid Institute adalah sebuah lembaga yang meneruskan pemikiran-pemikiran Gus Dur dalam bidang pluralisme dan muslim moderat.

Nah, sedangkan di belakang Prabowo yang ada adalah kelompok garis keras. Disana ada HTI yang ingin menggantikan sistem Indonesia, ada PKS, ada FPI dan ustad-ustad yang selalu berdakwah penuh amarah. Bagaimana Yenny Wahid bisa bertahan disana?

Survey-survey Wahid Institute biasanya menyoroti tentang perkembangan radikalisme di negeri ini. Seperti surveynya yang menyoroti Jambore Rohis Nasional yang diadakan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Hasilnya, 58 persen dari siswa SMA/SMK tersebut, ingin pergi ke Suriah untuk berperang.

Selain itu Wahid Insitute juga pernah menyoroti tentang berkembangnya potensi intoleransi dikalangan muslim dan projihad keras yang mencapai 13 persen.

Dan Yenny tahu, kelompok-kelompok ini ada di belakang kubu Prabowo. Menanti untuk memegang kekuasaan dan melebarkan sayap intoleransi mereka. Memang ada di kubu mana mereka yang sibuk dengan kerasnya toa azan? Memang ada di kubu mana kelompok yang sibuk berteriak "kami mayoritas"?

Sedangkan Jokowi sendiri membuktikan dirinya dengan membubarkan HTI. Ini poin plus untuk Yenny. Meskipun masalah intoleransi belum sepenuhnya selesai, tapi Jokowi sudah memulai.

Wahid Institute adalah lembaga survey yang tidak berpolitik. Karena itu Yenny keluar dari posisinya sebagai Direktur disana supaya tetap obyektif. Tetapi ia meneruskan perjuangannya dengan berada dalam barisan yang berjuang melawan intoleransi dan radikalisme di belakang Jokowi.

Inilah posisi yang tepat bagi Yenny Wahid dan sesuai dengan pemikiran almarhum Gus Dur sendiri.

Saya sendiri mengucapkan selamat kepada mbak Yenny dan mengucap syukur tidak berhadapan head to head dengannya di politik. Saya satu barisan dengannya. Dan barisan ini adalah barisan yang tepat untuk berjuang bersama.

Karena saya tidak akan pernah berada satu barisan dengan HTI, sekarang dan selamanya. Seruput kopinya..