Senin, 04 Februari 2019

Jokowi Pasti Kalah!

Joko Widodo
Presiden Joko Widodo
"Jokowi pasti kalah!"

Kata seorang teman yang katanya Golput dengan penuh semangat. Dan dia bercerita tentang teori Firehose of Falsehood yang dipakai oleh Trump yang membuat ia menang dari Hillary Clinton. Ia juga bercerita panjang lebar tentang kekalahan Ahok dari Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta.

Aku mendengarkan teori-teorinya dengan rasa malas. Ya, gimana lagi, namanya orang sedang semangat cerita didengarkan aja. Membuat orang bahagia itu berpahala. Yang membuat kantukku hilang adalah ketika gorengan tahu isi datang dengan cabai yang puuedeeesss....  Ahh, sss. Uenak.

"Gimana pendapatmu??" Tanyanya sambil senyum-senyum menang. Dia melirik tahu isiku yang tinggal satu dengan mata lapar.

Aku tersenyum sambil mengunyah dengan enaknya.

"Pertama ya, sebenarnya Trump itu kalah dari Clinton kalau ikut model Pemilu Indonesia. Jangan salah. Clinton menang dengan selisih 2 juta suara dari Trump. Tapi karena model Pemilu di Amerika berbeda dengan Indonesia, ya Trump yang menang.

Kedua, Ahok itu, kalau Pilgub DKI hanya satu putaran, ya dia menang. Suara dia 43 persen, sedangkan Anies-Sandi cuma 39 persen. Tapi karena ada putaran kedua, Ahok jadi kalah karena pemilihnya sudah malas mencoblos. Angka partisipasi rendah. Inilah yang dimanfaatkan Anies-Sandi.

Jadi memastikan Jokowi kalah hanya karena melihat Pemilu Amerika dan Pilgub DKI, jelas tidak benar. Sampai sekarang posisi survei Jokowi masih ada di 53 persenan, sedangkan Prabowo hanya 34 persenan. Itu sudah pemilih hardcore, tidak mungkin berubah pilihan..

Ada memang yang belum menunjukkan dukungan sekitar 15-20 persen. Tapi gak mungkin semua ke Prabowo seandainya mereka memilih, bisa 50:50. Kalau itu terjadi, ya Prabowo yang kalah."

Kusambar saja tahu isi yang sisa satu itu. Dia mendelik dan dalam hatinya berteriak kencang, "aku trus makan apaaaaa?"

Kukunyah dengan enak tahu isi itu, sambil melanjutkan.

"Jokowi bisa saja kalah, jika pemilu diulang. Memang itu yang sedang dilakukan pihak oposisi, membangun ketidakpercayaan terhadap penyelenggara pemilu, mungkin saja sedang merencanakan chaos, dengan tujuan pemilu diulang sehingga harapan mereka besar untuk menang.

Tapi tenang aja, banyak orang seperti saya yang menjaga demokrasi ini supaya berjalan sesuai aturan. Tidak akan ada celah siapa pun untuk mengacaukan pilpres ini. Tidak juga kamu, yang sok golput, tapi malah sibuk menyerang Jokowi mulu."

Wajahnya langsung tidak enak karena diskak di tempat. Kutinggalkan dia bengong sendirian.

"Loh, ini siapa yang bayar???" Teriaknya.

Akupun menghilang di kegelapan malam. Meninggalkan secangkir kopi dan sejumput utang. Kulihat dari kejauhan temanku ditagih ibu warung dengan wajah seram. Kapokmu kapan.

Tagar.Id

Artikel Terpopuler